MENTOK, BANGKA BARAT – Semangat kebersamaan dan toleransi kembali terlihat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-206 Klenteng Kong Fuk Miau yang berlangsung di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/7/2026).
Perayaan yang menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan <a href="https://lembagainvestigasinegara.com/masyarakat-skanto-dan-lin-papua-kecam-truk-logging-rusak-jalan-negara-desak-pemerintah-dan-aparat-bertindak”>masyarakat Tionghoa tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran para pimpinan daerah menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga persatuan, toleransi, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bangka Barat.
Selain Kapolres, acara juga dihadiri oleh Bupati Bangka Barat, Dandim 0431/Bangka Barat, serta sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda lainnya yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.
Melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan sebagai bentuk nyata komitmen institusi untuk selalu hadir di tengah seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya.
“Kapolres menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki Bangka Barat merupakan kekuatan yang harus terus dijaga bersama. Polri berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat sehingga setiap kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan,” ujar Iptu Yos Sudarso, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran jajaran Polres Bangka Barat dalam berbagai kegiatan keagamaan merupakan bagian dari strategi mempererat komunikasi dan kemitraan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan lingkungan yang damai, aman, serta kondusif.
“Sinergi seluruh elemen masyarakat sangat penting agar Bangka Barat tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis. Toleransi yang sudah terbangun harus terus dipelihara bersama,” tambahnya.
Dalam rangka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, Polres Bangka Barat juga menerjunkan personel pengamanan di sejumlah titik selama perayaan HUT ke-206 Klenteng Kong Fuk Miau berlangsung.
Pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus memberikan rasa nyaman kepada para peserta, tamu undangan, maupun warga yang hadir mengikuti kegiatan.
Perayaan HUT Klenteng Kong Fuk Miau tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan persaudaraan yang telah lama tumbuh di Bangka Barat. Kehadiran unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkokoh persatuan serta mempererat hubungan harmonis antarumat beragama demi menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
(Redaksi Portal Berita LIN)
- DPP LIN Resmi Tunjuk Mayor (Purn) Syamsir Burhan Pimpin DPD Sumatera Barat, Ismail Novendra, SH Jadi Sekretaris Daerah
- Ketua DPC LIN Tuban Soroti Keras Jalan Ring Road Kembangbilo Rusak, Desak Pemkab Tuban Segera Bertindak
- Diduga Danai Tambang Emas Ilegal di Kawasan Kebun Raya Megawati, Nama Vinni Sondakh Jadi Sorotan








Responses (4)