Guru SDN 7 Babat Terjerat Skandal Perselingkuhan, Dunia Pendidikan Tercoreng!

Babat, 24 November 2025 – Skandal yang mencoreng dunia pendidikan kembali terungkap di Kabupaten Lamongan. Seorang oknum guru SDN 7 Babat, yang diketahui bernama Roni, terlibat dalam perselingkuhan dengan istri seorang warga, Hetty. Kasus ini terungkap setelah suami Hetty, Agus, menemukan bukti percakapan mesum antara istrinya dengan Roni melalui direct message (DM) TikTok pada pagi hari, Senin, 24 November 2025.

Percakapan yang ditemukan dalam DM TikTok tersebut menunjukkan isi chat yang sangat tidak pantas dan vulgar, bahkan mengarah pada ajakan untuk melakukan hubungan intim. Agus, yang telah mencurigai istrinya selama ini, langsung mengonfirmasi kebenaran percakapan tersebut kepada Hetty. Dengan hati yang hancur, Hetty akhirnya mengaku bahwa dia telah menjalin hubungan terlarang dengan Roni selama beberapa waktu, bahkan mengungkapkan bahwa mereka sudah sering berhubungan intim di sebuah perumahan yang dimiliki oleh Roni. Hetty pun menyatakan bahwa dia sudah kehilangan jejak jumlah hubungan yang telah terjadi.

Kecewa dengan pengakuan istrinya, Agus tidak tinggal diam. Dia langsung menuju sekolah tempat Roni mengajar untuk menuntut pertanggungjawaban. Namun, yang lebih mengejutkan, meskipun bukti percakapan sudah sangat jelas dan Hetty telah mengaku, Roni bersikukuh tidak mengakui perbuatannya dan malah bersikap menantang Agus. Ia menganggap masalah ini tidak perlu diperbesar, padahal tindakannya jelas mencoreng dunia pendidikan.

Kepala UPTD Pendidikan Lamongan, Wasis Wicaksono, memberikan pernyataan tegas terkait kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera memproses oknum guru tersebut dengan sanksi tegas. “Kami akan segera melakukan pemecatan terhadap Roni dan memastikan ia tidak lagi terlibat dalam dunia pendidikan. Ini adalah pelanggaran serius terhadap kode etik guru. Kami akan memprosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Wasis dengan tegas.

Tidak hanya itu, Markat N.H, Ketua DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Jawa Timur, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kasus ini. Ia menilai bahwa perbuatan seorang guru seharusnya mencerminkan nilai moral yang tinggi dan menjadi contoh teladan bagi murid-muridnya. “Ini adalah tindakan yang sangat memalukan. Seorang guru harus menjaga integritasnya, bukan malah menjadi sumber masalah. Kami akan menggelar aksi damai di Lamongan untuk memastikan kasus ini ditindaklanjuti dengan serius,” kata Markat.

Kasus ini menjadi bukti betapa lemahnya pengawasan terhadap oknum-oknum yang seharusnya menjadi panutan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan penuh kepercayaan, namun dengan adanya kasus seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan semakin tergerus.

Masyarakat Lamongan, khususnya, sangat berharap agar kasus ini segera diproses dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Dunia pendidikan tidak boleh terus dicoreng oleh perbuatan tidak terpuji seperti ini. Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada dan menjaga integritas dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *