
Jakarta — Polemik bandara di kawasan industri IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, memantik perhatian nasional setelah mengungkap dugaan adanya operasional bandara yang tak berada di bawah kendali penuh negara.
Dalam pernyataannya, Jerry Massie menilai aneh bila sebuah bandara sudah beroperasi sejak 2019 namun tidak diikuti keberadaan pengawasan resmi seperti Bea Cukai, Imigrasi, serta aparat negara lainnya. Ia menyebut kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi menjadi celah kriminal ekonomi berskala besar.
> “Bandara tapi tanpa kontrol negara? Itu tidak masuk akal. Tidak ada bea cukai, tidak ada imigrasi. Pertanyaannya: ini bandara milik siapa dan siapa yang bermain di baliknya?” tegas Jerry.
Dugaan Jalur Black Market dan Penyelundupan Tenaga Kerja Asing
Menurut Jerry Massie, keberadaan bandara yang tidak berada dalam kendali pemerintah membuka peluang besar bagi masuk-keluarnya barang dan manusia tanpa prosedur hukum. Ia bahkan menduga Morowali bisa menjadi jalur lalu lintas black market hingga penyelundupan TKA dari Cina.
> “Saya yakin jalur seperti ini sangat rawan digunakan untuk menyelundupkan barang ilegal dan manusia. Keimigrasian harus turun, lakukan inspeksi langsung. Jangan sampai kita kecolongan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya peredaran kekayaan alam Indonesia yang keluar tanpa kontrol negara. Jerry mempertanyakan ke mana aliran pembayaran pembelian lahan bandara, dan siapa yang menerima transaksi besar tersebut jika tidak tercatat sebagai pemasukan negara.
Bocornya Devisa dan Bisnis Travel Asing
Lebih jauh, Jerry Massie mengaitkan isu bandara Morowali dengan lemahnya pengawasan terhadap wisatawan dan investasi asing. Ia menyebut banyak travel asing di Bali dan daerah lain yang mengendalikan alur tiket, hotel, dan layanan pariwisata untuk warga Cina.

> “Kita hanya dapat residu ekonomi. Keuntungan besar mengalir ke luar negeri, sementara Indonesia hanya jadi tempat operasional. Ini warisan masalah besar yang tidak boleh dibiarkan,” kritik Jerry.
Seruan Tegas untuk Presiden Prabowo
Jerry memberi apresiasi kepada Menhan Jenderal (Purn) Syafrie Syamsuddin yang disebutnya mulai menyoroti serius isu ini. Namun ia menilai langkah lebih konkret harus datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
> “Saya minta Presiden Prabowo usut sampai tuntas. Jika terbukti ada permainan, bawa sampai ranah pidana. Negara tak boleh kalah oleh kepentingan tersembunyi,” tandasnya.
Menurutnya, sangat kecil kemungkinan pemerintah daerah tidak mengetahui operasional bandara tersebut. Karena itu ia meminta Gubernur dan Bupati diperiksa, termasuk audit penuh akses, izin, serta arus barang dan manusia dari dan menuju bandara.
