Pangkalpinang — Upaya mempercepat pemerataan akses energi di Bangka Belitung semakin menemukan momentumnya. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Bangka Belitung menggelar audiensi bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung, dalam pertemuan yang berlangsung di Caffe Tung Tau, Semabung.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sinyal kuat terbentuknya kolaborasi strategis antara unsur pengawasan masyarakat dan penyedia layanan energi negara.
Ketua DPD LIN Babel, Ahmad Bustani, hadir bersama jajaran inti organisasi, mulai dari wakil ketua, bendahara, hingga divisi intelijen. Dari pihak PLN, pertemuan diwakili oleh Tri bersama timnya, mewakili manajemen UIW Babel.
Dalam pernyataannya, Ahmad menegaskan bahwa audiensi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi mendukung pembangunan kelistrikan yang merata dan berkeadilan.
“Kami ingin memastikan bahwa sinergitas antara lembaga pengawasan dan PLN dapat berjalan optimal, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi hingga ke seluruh kabupaten/kota melalui DPC,” ujarnya.
Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kehadiran timnya dalam audiensi tersebut, mengingat sebagian anggota sedang menjalankan tugas lapangan dan pendampingan hukum. Namun demikian, hal itu tidak mengurangi substansi komitmen yang dibangun.
Lebih jauh, Ahmad menilai langkah PLN dalam mendorong pembangunan sektor kelistrikan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Akses listrik yang merata, menurutnya, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh program PLN. Ini bukan hanya tentang listrik, tapi tentang masa depan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Tri selaku perwakilan PLN UIW Babel menegaskan bahwa audiensi ini menjadi bagian dari langkah konkret PLN dalam memastikan seluruh proyek berjalan sesuai standar, tepat waktu, dan bebas dari hambatan di lapangan.
Ia juga memberikan apresiasi atas peran DPD LIN Babel dalam mendukung fungsi kontrol sosial, yang dinilai penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pembangunan.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan pengawasan dari DPD LIN. Ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Tri turut menjelaskan bahwa pelaksanaan audiensi di luar kantor PLN dilakukan karena kondisi kantor yang masih dalam tahap perbaikan. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan bahwa ke depan, pertemuan lanjutan akan digelar secara resmi di kantor PLN setelah proses renovasi selesai.
Opini: Sinergi Bukan Sekadar Wacana, Tapi Kebutuhan Nyata
Audiensi ini mencerminkan satu hal penting: pembangunan sektor energi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk lembaga pengawasan seperti LIN, untuk memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan geografis Bangka Belitung yang terdiri dari wilayah kepulauan, pemerataan listrik menjadi isu krusial. Tanpa pengawasan yang kuat, potensi keterlambatan proyek, distribusi tidak merata, hingga persoalan teknis di lapangan bisa menjadi hambatan serius.

Kolaborasi antara PLN dan DPD LIN Babel menjadi contoh model kemitraan yang ideal—di mana pembangunan tidak hanya dikerjakan, tetapi juga dikawal.
Jika sinergi ini terus diperkuat, bukan tidak mungkin Bangka Belitung akan menjadi salah satu daerah dengan sistem kelistrikan yang tidak hanya stabil, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Penutup
Audiensi yang ditutup dengan diskusi panjang ini menandai awal dari hubungan kerja yang lebih solid antara DPD LIN Babel dan PLN UIW Bangka Belitung. Harapannya, sinergi ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Humas DPD LIN Babel

