SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, Polemik dalam Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 bermula dari unggahan seorang pengguna media sosial X yang menyoroti pengalaman peserta bernama Nikmahrafik. Dalam unggahan tersebut, ia disebut tidak diperbolehkan membawa stroller bayi selama mengikuti perlombaan. Kondisi itu kemudian memunculkan perhatian karena Nikmahrafik tetap berupaya menyelesaikan jarak marathon sambil menggendong anaknya.
Unggahan tersebut menggambarkan perjuangan Nikmahrafik menghadapi perlombaan dengan beban tambahan. Alih-alih menggunakan stroller, ia harus membawa sang anak sepanjang rute yang ditempuh. Cerita itu segera memancing beragam tanggapan dari pengguna media sosial, terutama karena terdapat peserta lain yang terlihat membawa perlengkapan serupa dalam ajang yang sama.
Perhatian publik semakin besar setelah diketahui bahwa Olivia Tommy Putri, figur publik yang juga dikenal sebagai mantan peserta MasterChef Indonesia, mengikuti kompetisi tersebut dengan membawa anaknya. Olivia tampak menggunakan stroller selama kegiatan berlangsung. Perbedaan situasi yang terlihat dalam unggahan peserta kemudian menjadi bahan perbincangan dan memunculkan pertanyaan mengenai aturan penggunaan stroller di area perlombaan.
Sejumlah netizen menilai adanya perbedaan perlakuan Nikmahrafik dan Olivia. Reaksi tersebut berkembang menjadi kecaman di media sosial, dengan sebagian pengguna mempertanyakan konsistensi penerapan ketentuan kepada para peserta. Namun, informasi yang beredar pada tahap awal masih berupa unggahan, tanggapan warganet, serta perbandingan pengalaman yang ditampilkan di media sosial.
Karena itu, polemik ini belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya diskriminasi ataupun pelanggaran tertentu dalam penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Perbedaan perlakuan yang dipersoalkan publik masih memerlukan penjelasan dari pihak-pihak terkait, termasuk mengenai aturan stroller, kondisi peserta, dan situasi di lapangan. Sorotan terhadap Olivia kemudian mendorong munculnya klarifikasi untuk menjelaskan kronologi dari sudut pandangnya.
Olivia Tommy menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @olivia.mci8, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Pernyataan tersebut disampaikan setelah namanya menjadi sorotan dalam polemik yang terjadi pada ajang Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Dalam unggahannya, Olivia meminta maaf karena tidak segera memberikan penjelasan ketika kontroversi mulai meluas.
Olivia mengakui bahwa pengalaman yang dialami Nikmahrafik tentu tidak menyenangkan. Ia menyatakan tidak memiliki pembelaan atas hal tersebut dan memilih untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalui pernyataan yang dibagikan kepada publik. Klarifikasi itu menjadi bentuk tanggapannya setelah persoalan tersebut mendapat perhatian luas.
Sebagai sesama ibu, Olivia juga menyampaikan empatinya terhadap kemungkinan perasaan yang dialami Nikmahrafik. Ia memahami bahwa situasi tersebut dapat menimbulkan rasa kecewa, sakit hati, dan sedih. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Olivia berusaha melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang Nikmahrafik, terutama berdasarkan pengalaman yang telah dilaluinya.
Selain menyampaikan permintaan maaf, Olivia memberikan apresiasi terhadap perjuangan Nikmahrafik selama perlombaan. Ia menyoroti keteguhan Nikmahrafik yang tetap menyelesaikan perlombaan hingga garis akhir sambil menggendong anaknya. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai pengakuan atas upaya Nikmahrafik dalam menuntaskan lomba di tengah pengalaman yang tidak menyenangkan.
Melalui klarifikasi tersebut, Olivia menyampaikan pengakuan atas perasaan Nikmahrafik, permintaan maaf karena terlambat memberikan penjelasan, serta penghargaan terhadap perjuangannya. Seluruh pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya setelah polemik mengenai stroller tersebut menjadi perhatian publik.
Dalam klarifikasinya terkait polemik stroller di Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Olivia Tommy menjelaskan bahwa penggunaan stroller dalam perlombaan tersebut telah melalui proses pengajuan izin. Menurut keterangan yang ia sampaikan, sekitar satu minggu sebelum hari perlombaan, Olivia bersama tim diminta mengajukan sejumlah perizinan yang dipersyaratkan panitia untuk membawa stroller ke area race. Pengajuan itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur yang berlaku bagi peserta yang memerlukan penggunaan perangkat tersebut selama mengikuti lomba.
Olivia menyebutkan bahwa dirinya dan tim telah memenuhi persyaratan yang diminta. Setelah proses tersebut, ia menandatangani surat pernyataan tanggung jawab atas keselamatan selama menggunakan stroller. Dokumen itu berkaitan dengan kesediaannya untuk bertanggung jawab terhadap aspek keselamatan yang mungkin muncul selama perlombaan, sesuai dengan ketentuan yang disampaikan dalam proses perizinan.
Selain surat pernyataan tersebut, Olivia juga menerima surat izin penggunaan stroller yang diterbitkan oleh panitia terkait. Berdasarkan penjelasannya, surat itu dikeluarkan dua hari sebelum perlombaan berlangsung. Untuk mendukung klarifikasinya, Olivia melampirkan tangkapan layar dokumen-dokumen perizinan tersebut dalam unggahannya. Lampiran itu mencakup bukti proses administrasi yang ia sebut telah dijalani sebelum race, termasuk dokumen izin dan pernyataan tanggung jawab keselamatan.
Penjelasan tersebut menggambarkan bahwa Olivia memahami adanya persyaratan khusus untuk penggunaan stroller dan berupaya memenuhinya sebelum mengikuti lomba. Namun, informasi mengenai proses pengajuan, penandatanganan dokumen, serta penerbitan izin perlu dipahami sesuai keterangan yang disampaikan dalam klarifikasi. Dokumen yang dilampirkan menjadi bagian dari penjelasan Olivia mengenai dasar administratif penggunaan stroller, tanpa dengan sendirinya menjadi penilaian bahwa pihak tertentu benar atau bersalah dalam polemik yang muncul.
Setelah memberikan klarifikasi mengenai polemik stroller dalam ISOPLUS Marathon 2026 di Surabaya, unggahan Olivia Tommy mendapat perhatian luas dari publik. Namun, kolom komentar pada unggahan klarifikasi tersebut kemudian ditutup. Keputusan itu membuat pembaca tidak lagi dapat menyampaikan tanggapan secara langsung melalui unggahan yang membahas persoalan tersebut.
Respons masyarakat terhadap polemik itu pun beragam. Sebagian netizen menyalahkan panitia perlombaan karena menilai terdapat dugaan perlakuan berbeda terhadap peserta. Pandangan tersebut muncul dari anggapan bahwa aturan atau penanganan di lapangan seharusnya diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang mengikuti lomba sambil membawa anak.
Di sisi lain, sebagian publik justru menilai ibu yang membawa anak dalam perlombaan turut perlu bertanggung jawab. Mereka berpendapat bahwa keputusan untuk mengikuti lomba sambil mengasuh anak dapat menimbulkan risiko dan semestinya dipertimbangkan secara matang sejak awal. Sementara itu, netizen lainnya menyampaikan dukungan kepada Nikmahrafik atas perjuangannya mencapai garis finis dalam situasi yang menjadi sorotan tersebut.
Setelah polemik berkembang, Olivia kemudian bertemu langsung dengan Nikmahrafik dan tim penyelenggara ISOPLUS. Dalam keterangannya, Olivia menyebut pertemuan itu menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk menyampaikan isi hati masing-masing. Mereka juga dapat memahami sudut pandang satu sama lain serta meluruskan kesalahpahaman yang muncul selama persoalan tersebut beredar di ruang publik.
Olivia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada penyelenggaraan perlombaan berikutnya. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi bagi pihak-pihak yang terlibat, sehingga persoalan di lapangan dapat dibicarakan secara langsung dan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.


