570 Pelajar dan Guru Ikuti Cari Aman Academy 2026 di Semarang

570 Pelajar dan Guru Ikuti Cari Aman Academy 2026 di Semarang

SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 October 2026, PT Astra Honda Motor (AHM) menyelenggarakan Cari Aman Academy 2026 di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, Semarang, pada 6–8 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 570 pelajar dan guru dari sekolah binaan setingkat SMA. Pelaksanaan di Semarang menjadi bagian dari kompetisi nasional yang mempertemukan peserta dari lingkungan sekolah binaan dalam satu rangkaian kegiatan keselamatan berkendara.

Cari Aman Academy 2026 mengusung tema “The Next Change Makers, Jago Cari Aman Biar Happy”. Tema tersebut menjadi identitas kegiatan yang mempertemukan pelajar dan guru dalam kompetisi tingkat nasional. Peserta yang hadir terdiri atas perwakilan sekolah binaan, dengan unsur pelajar dan guru sebagai peserta kegiatan yang berlangsung di fasilitas keselamatan berkendara milik Astra Motor di Jawa Tengah.

Selama tiga hari pelaksanaan, Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah menjadi lokasi penyelenggaraan Cari Aman Academy 2026. Kegiatan pada 6–8 Oktober 2026 ini menempatkan Semarang sebagai tempat pertemuan peserta dari sekolah binaan setingkat SMA. Dengan jumlah 570 pelajar dan guru, kompetisi tersebut menjadi agenda nasional AHM yang menghadirkan unsur sekolah dalam satu kegiatan bertema keselamatan berkendara. Penyelenggaraan ini sekaligus menandai berlangsungnya Cari Aman Academy 2026 di Jawa Tengah, sesuai tema “The Next Change Makers, Jago Cari Aman Biar Happy”.

Kegiatan Cari Aman Academy 2026 di Semarang diikuti oleh 570 peserta dari 38 sekolah binaan setingkat SMA. Jumlah tersebut menunjukkan keterlibatan yang luas dari lingkungan pendidikan, dengan peserta yang terdiri atas pelajar dan guru. Kehadiran kedua kelompok ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena pembahasan mengenai keselamatan dan budaya berkendara dapat disampaikan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Dari total peserta, sebanyak 380 orang merupakan pelajar, sedangkan 190 lainnya adalah guru. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pelajar menjadi kelompok peserta terbesar, sekaligus menegaskan peran guru sebagai pendamping dan penguat edukasi di sekolah. Melalui keterlibatan guru, pengetahuan serta pesan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diteruskan kepada komunitas sekolah secara lebih luas.

Para peserta berasal dari sejumlah sekolah binaan yang terhubung dengan pelaksanaan program di berbagai wilayah. Sumber mencantumkan Bandung, Surabaya, Samarinda, dan Pontianak sebagai wilayah yang terkait dengan peserta atau sekolah binaan. Penyebutan wilayah tersebut menggambarkan jangkauan partisipasi yang melampaui satu kawasan, dengan Semarang menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan Cari Aman Academy 2026.

Namun, wilayah yang tercantum itu tidak dapat dipahami sebagai seluruh daerah asal peserta apabila sumber tidak menyatakan demikian. Data yang tersedia terutama menekankan jumlah keseluruhan peserta, pembagian pelajar dan guru, serta jumlah sekolah binaan yang terlibat. Dengan 38 sekolah setingkat SMA dalam jaringan kegiatan, acara ini mempertemukan unsur pendidikan dari sejumlah daerah dalam satu agenda pembelajaran dan penguatan kesadaran keselamatan.

Cari Aman Academy 2026 menjadi wadah bagi pelajar dan guru untuk menguji pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara. Kegiatan yang diikuti 570 pelajar dan guru di Semarang ini disebut sebagai ajang perdana, sehingga pelaksanaannya menjadi ruang awal untuk mempertemukan unsur pendidikan dengan pesan keselamatan di jalan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut memahami materi keselamatan berkendara, tetapi juga menguji kemampuan mereka dalam menyampaikan pengetahuan itu secara jelas dan kreatif. Pemahaman mengenai perilaku aman di jalan menjadi bagian yang diuji, bersamaan dengan keterampilan mengolah pesan edukasi agar dapat disampaikan sesuai karakter pelajar maupun lingkungan sekolah.

Keikutsertaan guru dan pelajar memberikan posisi penting bagi kegiatan ini sebagai wadah pembelajaran bersama. Pelajar dapat mengembangkan pengetahuan dan kreativitasnya, sedangkan guru turut menguji keterampilan dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara. Dengan demikian, Cari Aman Academy 2026 tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada cara peserta mengomunikasikan pesan tersebut.

Sebagai ajang perdana, Cari Aman Academy 2026 menghadirkan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan melalui pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas yang berkaitan dengan keselamatan berkendara. Kegiatan ini menempatkan proses pengujian kemampuan peserta sebagai bagian utama, tanpa memisahkan pemahaman materi dari kecakapan menyampaikan edukasi secara tepat dan mudah dipahami.

Kompetisi dalam rangkaian Cari Aman Academy 2026 di Semarang menilai peserta melalui tiga aspek utama, yaitu knowledge, skill, dan creativity. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian dari penilaian yang digunakan untuk melihat kemampuan peserta dalam mengikuti kegiatan. Namun, informasi yang tersedia pada bagian ini baru menjelaskan aspek knowledge, sedangkan uraian mengenai bentuk penilaian pada aspek skill dan creativity belum disampaikan.

Pada aspek knowledge, peserta mengikuti ujian teori. Melalui ujian tersebut, peserta diuji kemampuannya dalam menjelaskan perilaku berkendara aman berdasarkan materi yang telah disampaikan selama kegiatan. Penilaian ini menempatkan pemahaman peserta sebagai bagian penting, khususnya dalam menguraikan kembali perilaku yang mendukung keselamatan saat berkendara. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga perlu memahami isi pembelajaran yang diterima.

Ujian teori tersebut juga menjadi sarana untuk melihat sejauh mana peserta mampu menyampaikan penjelasan mengenai perilaku berkendara aman. Kemampuan menjelaskan materi menunjukkan bahwa pengetahuan yang diberikan dapat dipahami oleh peserta. Aspek ini menjadi salah satu bagian dari keseluruhan penilaian yang mencakup knowledge, skill, dan creativity.

Adapun aspek skill dan creativity disebut sebagai dua unsur lain dalam penilaian kompetisi. Akan tetapi, keterangan yang tersedia tidak menguraikan bentuk ujian, materi lanjutan, mekanisme penilaian, maupun rincian penerapan kedua aspek tersebut. Karena itu, pembahasan penilaian dalam kegiatan ini terbatas pada informasi bahwa kompetisi mencakup ketiga aspek tersebut dan bahwa peserta menjalani ujian teori untuk menguji pemahaman mereka dalam menjelaskan perilaku berkendara aman melalui materi yang telah disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *