Santri Pramuka Mengenal Ekoteologi dan Energi Air di Boon Pring Malang

Santri Pramuka Mengenal Ekoteologi dan Energi Air di Boon Pring Malang

KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI tahun 2026 mengikuti pembelajaran lingkungan melalui kunjungan edukatif ke kawasan ekowisata Boon Pring, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang mengajak para santri memahami hubungan kehidupan manusia, kelestarian alam, dan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.

Di kawasan Boon Pring, para santri memperoleh pengalaman langsung dengan melihat lingkungan ekowisata sebagai ruang belajar yang mempertemukan nilai pendidikan, keagamaan, dan kepedulian terhadap alam. Pengalaman tersebut membantu mereka mengenali bahwa lingkungan bukan hanya tempat berlangsungnya kehidupan, melainkan juga amanah yang perlu dijaga melalui sikap bertanggung jawab dan tindakan berkelanjutan.

Pembelajaran itu memperkenalkan konsep ekoteologi, yaitu pemahaman mengenai keterkaitan nilai-nilai keagamaan dan kewajiban manusia dalam merawat ciptaan. Melalui perspektif tersebut, kepedulian terhadap alam tidak ditempatkan sebagai isu yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari pembentukan karakter santri. Menjaga kebersihan, melindungi ekosistem, serta menggunakan sumber daya secara tidak berlebihan merupakan wujud nyata dari nilai moral dan spiritual.

Kawasan Boon Pring juga menjadi konteks untuk mengenalkan pentingnya air dalam kehidupan serta peluang pemanfaatannya secara berkelanjutan. Air dipahami sebagai sumber daya yang harus dikelola dengan penuh kehati-hatian agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan menyaksikan langsung kawasan ekowisata tersebut, para santri dapat menghubungkan pengetahuan yang disampaikan dalam pembelajaran dengan kondisi alam yang nyata.

Kegiatan ini memperluas makna pendidikan kepramukaan dengan menghadirkan proses belajar di luar ruang. Para santri tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diajak membangun kesadaran melalui pengamatan dan pengalaman. Dari Boon Pring, mereka diharapkan membawa pemahaman bahwa keberlanjutan membutuhkan kepedulian bersama, termasuk peran generasi muda dalam menjaga keseimbangan kebutuhan manusia, kelestarian alam, dan nilai-nilai keagamaan.

Selama berada di Boon Pring, para santri memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari keberlanjutan kawasan alam. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap hubungan lingkungan, pengelola, dan warga di sekitar kawasan. Dengan cara ini, peserta diajak melihat bahwa kelestarian alam memerlukan perhatian, pengetahuan, serta keterlibatan berbagai pihak.

Boon Pring menjadi ruang belajar untuk mengenali bagaimana kawasan yang memiliki sumber daya alam dapat dikelola dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Para santri mempelajari bahwa pemanfaatan lingkungan perlu dilakukan secara bijaksana agar fungsi alam tetap terjaga. Pengelolaan tersebut mencakup perhatian terhadap kondisi kawasan, pemeliharaan lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya yang tidak mengabaikan keberlanjutannya. Materi ini memperkenalkan gagasan bahwa lingkungan bukan sekadar tempat yang dapat digunakan, melainkan ruang kehidupan yang perlu dirawat bersama.

Peserta juga diajak memahami keterkaitan keberadaan kawasan alam dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Ketika lingkungan dikelola secara bertanggung jawab, kawasan tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan warga tanpa melepaskan prinsip perlindungan ekosistem. Pemahaman ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pihak yang memiliki peran dalam menjaga, mengawasi, dan merawat lingkungan di sekitarnya.

Pengalaman lapangan di Boon Pring menghubungkan materi pembelajaran lingkungan dengan situasi nyata. Para santri dapat mengamati bahwa prinsip ekoteologi tidak berhenti pada gagasan tentang kepedulian terhadap alam, tetapi juga mendorong tanggung jawab manusia untuk mengelola ciptaan secara adil dan berkelanjutan. Melalui pengenalan tersebut, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan pentingnya kerja bersama, penggunaan sumber daya secara bijak, serta keseimbangan kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan ekosistem.

Pengenalan energi terbarukan dalam kegiatan Santri Pramuka di Boon Pring Malang dilakukan melalui pengamatan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana aliran air dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi kehidupan masyarakat. Pengalaman ini membantu peserta memahami bahwa energi terbarukan tidak selalu hadir dalam bentuk yang jauh dari lingkungan sehari-hari, melainkan dapat ditemukan dan dikembangkan dari potensi alam di sekitar.

Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak menghubungkan keberadaan air dengan kebutuhan energi secara lebih kontekstual. Aliran air yang tersedia tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat apabila dimanfaatkan secara tepat. Pemahaman ini memperluas wawasan peserta mengenai hubungan sumber daya alam, kehidupan warga, dan pilihan energi yang lebih berkelanjutan.

Pemanfaatan aliran air melalui PLTMH tetap perlu memperhatikan keberlanjutan ekosistem di sekitarnya. Air merupakan bagian penting dari lingkungan yang harus dijaga ketersediaan, kebersihan, dan keseimbangannya. Karena itu, penggunaan potensi air sebagai sumber energi tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk merawat kawasan, menjaga aliran tetap berfungsi, serta menghindari pemanfaatan yang mengabaikan kebutuhan alam.

Peserta juga memahami bahwa air memiliki peran langsung bagi warga sekitar, bukan semata-mata sebagai sumber pembangkit energi. Air berkaitan dengan berbagai kebutuhan kehidupan masyarakat sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana dan mempertimbangkan kepentingan bersama. Dari pengamatan ini, energi terbarukan dipahami bukan hanya sebagai alternatif sumber listrik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Kepala Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Subur, menjelaskan bahwa pengembangan ekowisata Boon Pring tidak dapat dipisahkan dari potensi alam yang ada di kawasan tersebut. Salah satu potensi utama itu adalah bambu, yang tumbuh dan menjadi bagian penting dari lingkungan sekitar sumber air. Keberadaan bambu bukan hanya memperindah kawasan wisata, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang mendukung keseimbangan alam.

Menurut Subur, bambu membantu memperkuat struktur tanah melalui sistem perakarannya yang rapat. Tanaman ini juga berperan dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko kerusakan tanah, terutama di kawasan yang memiliki sumber mata air serta aliran air. Dengan demikian, bambu turut mendukung keberlangsungan ekosistem Boon Pring, termasuk kehidupan berbagai organisme yang bergantung pada kondisi lingkungan yang terjaga. Pemeliharaan tanaman bambu menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan kawasan hutan, sumber air, dan aktivitas masyarakat.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, bambu memiliki beragam kegunaan yang mendukung perekonomian warga. Masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai bahan bangunan, bahan kerajinan, serta perlengkapan rumah tangga. Bambu juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi sehingga membuka peluang usaha dan menambah sumber pendapatan bagi warga Sanankerto. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa potensi alam dapat memberikan manfaat langsung apabila dikelola dengan tepat.

Subur menekankan bahwa bambu perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pengelolaan yang memperhatikan kelestarian tanaman akan memungkinkan manfaat ekologis dan ekonomi berjalan bersamaan. Dengan cara itu, bambu tetap berfungsi dalam menjaga tanah, air, dan ekosistem, sekaligus terus memberikan bahan baku dan peluang penghasilan bagi masyarakat di sekitar Boon Pring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *