JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Alex Marquez menegaskan bahwa dirinya bersama BK8 Gresini Racing tidak menyiapkan program khusus untuk menghadapi MotoGP Indonesia 2026. Balapan tersebut akan berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober. Menurut pembalap asal Spanyol itu, persiapan menuju Mandalika tidak berbeda dari persiapan menghadapi seri-seri lain dalam kalender MotoGP.
Pendekatan yang sama diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari pekerjaan teknis tim hingga kesiapan pribadi pembalap. Tim akan tetap mempelajari karakter sirkuit, mengevaluasi performa motor, serta menyesuaikan pengaturan berdasarkan data yang dikumpulkan sepanjang akhir pekan balap. Di sisi lain, Alex berfokus menjaga kondisi fisik, konsentrasi, dan ritme kompetisi agar dapat tampil optimal ketika sesi latihan dimulai.
Alex menyampaikan bahwa setiap trek memiliki arti penting dan selalu layak diperjuangkan untuk dimenangi. Karena itu, Gresini Racing tidak memandang Mandalika sebagai seri yang memerlukan perlakuan berbeda, meskipun balapan di Indonesia memiliki atmosfer serta dukungan penonton yang khas. Tim hanya berusaha mempersiapkan diri secara tepat, kemudian menjalankan rencana berdasarkan situasi yang berkembang di lintasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Alex setelah mengikuti kegiatan kerja sama tim di Jakarta pada Senin. Dalam kesempatan itu, ia juga menunjukkan sikap realistis terhadap persaingan yang akan dihadapi. Alih-alih mengubah seluruh pendekatan, Alex dan tim memilih mempertahankan metode kerja yang telah digunakan sepanjang musim. Evaluasi berkelanjutan, komunikasi pembalap dan kru, serta kemampuan beradaptasi akan menjadi dasar utama sebelum mereka memasuki rangkaian balapan di Mandalika.
Cuaca panas dan temperatur aspal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tetap menjadi perhatian utama bagi tim Alex Marquez menjelang MotoGP Indonesia 2026. Karakter tropis kawasan Lombok dapat membuat suhu lintasan meningkat secara signifikan, terutama ketika sesi latihan dan balapan berlangsung pada siang hari. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat keausan ban, daya cengkeram permukaan, serta respons motor ketika pembalap melakukan pengereman dan keluar dari tikungan. Karena itu, tim perlu memantau perubahan temperatur secara berkala dan menyesuaikan data yang dikumpulkan dari setiap sesi.
Panas lintasan juga dapat mendorong sejumlah penyesuaian teknis selama akhir pekan balapan. Tim mungkin perlu mengevaluasi pilihan kompon ban, pengaturan elektronik, serta keseimbangan motor agar performanya tetap konsisten ketika grip permukaan berubah. Temperatur tinggi dapat memberikan tekanan tambahan pada ban dan komponen tertentu, sehingga strategi pemakaian ban harus disusun dengan cermat. Meski demikian, Alex tidak melihat cuaca panas sebagai alasan untuk mengubah pendekatan secara besar-besaran. Menurutnya, faktor tersebut merupakan bagian dari tantangan yang sudah diperhitungkan sejak persiapan menuju Mandalika.
Alex memilih mempertahankan fokus, bekerja bersama tim, dan mencari pengaturan motor yang paling sesuai dengan karakter sirkuit. Ia memahami bahwa lintasan panas memang membutuhkan persiapan tertentu, termasuk membaca kondisi aspal dan menjaga konsistensi selama beberapa lap. Namun, situasi tersebut masih berada dalam batas kewajaran dan tidak berbeda secara mendasar dari persiapan balapan lainnya. Dengan pendekatan yang tenang, tim dapat menggunakan sesi latihan untuk menguji respons motor, membandingkan performa ban, serta menentukan arah penyetelan yang paling efektif. Bagi Alex, kunci utamanya adalah tetap adaptif tanpa kehilangan rencana dasar yang telah disiapkan.
Alex Marquez memiliki keyakinan untuk kembali tampil kompetitif ketika MotoGP Indonesia 2026 berlangsung di Sirkuit Mandalika. Keyakinan tersebut tidak terlepas dari pengalaman yang sudah dimilikinya saat tampil di lintasan tersebut pada kesempatan sebelumnya. Pengetahuan mengenai karakter sirkuit, termasuk tantangan yang mungkin muncul sepanjang akhir pekan balap, menjadi modal positif bagi pembalap bernomor 73 itu. Pengalaman tersebut dapat membantu Alex menjalani persiapan dengan pemahaman yang lebih baik, sekaligus mendukung upayanya untuk menemukan performa terbaik sejak sesi awal.
Bagi Alex dan BK8 Gresini Racing, seri Indonesia akan dihadapi melalui persiapan yang matang. Tim tidak berencana memberikan perlakuan berbeda kepada balapan di Mandalika dibandingkan seri-seri lain dalam kalender MotoGP. Pendekatan tersebut mencerminkan keinginan untuk tetap bekerja secara normal, terukur, dan konsisten, tanpa membebani persiapan dengan ekspektasi tambahan. Setiap detail tetap akan dipersiapkan secara serius agar paket motor, strategi, serta kemampuan pembalap dapat bekerja secara optimal ketika balapan berlangsung.
Meski menggunakan pendekatan normal, Alex tetap berniat memanfaatkan seluruh pengalaman sebelumnya di Mandalika. Pemahaman terhadap lintasan itu diharapkan membantunya bersaing di barisan depan dan membuka peluang untuk meraih hasil maksimal bersama BK8 Gresini Racing. Fokus tersebut akan ditempatkan pada proses persiapan dan pelaksanaan balapan, bukan pada perlakuan khusus terhadap seri Indonesia. Dengan bekal pengalaman yang telah diperoleh, pembalap asal Spanyol itu memiliki dasar positif untuk menghadapi edisi 2026 dengan keyakinan serta kesiapan yang lebih baik.
MotoGP Indonesia 2026 memiliki posisi penting dalam kalender balap karena dijadwalkan sebagai seri ke-17 musim ini. Balapan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika bukan sekadar kesempatan untuk meraih poin, tetapi juga ujian teknis dan fisik bagi seluruh pembalap. Karakter lintasan yang menggabungkan tikungan berkecepatan rendah, perubahan arah, serta sektor cepat menuntut pengelolaan ban secara cermat sepanjang lomba. Suhu permukaan aspal dan kondisi cuaca yang dapat berubah turut memengaruhi tingkat keausan ban, sehingga pemilihan kompon dan pengaturan ritme menjadi bagian penting dari strategi tim.
Selain manajemen ban, pengereman menjadi faktor penentu di Mandalika. Pembalap perlu menjaga kestabilan motor saat memasuki tikungan, tanpa mengorbankan kecepatan keluar tikungan. Kesalahan kecil dapat berdampak pada konsistensi putaran, terutama ketika tekanan persaingan meningkat pada fase akhir balapan. Karena itu, kemampuan mempertahankan performa secara stabil akan sama pentingnya dengan kecepatan puncak.
Seri ini juga hadir pada momen krusial dalam perburuan poin di papan atas. Jorge Martin dari Aprilia Racing memimpin klasemen sementara dengan 333 poin, sementara Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team hanya tertinggal dua poin. Jarak yang sangat tipis tersebut membuat setiap sesi, mulai dari latihan hingga balapan utama, berpotensi memengaruhi arah persaingan. Martin akan berupaya mempertahankan keunggulannya melalui hasil yang konsisten, sedangkan Marquez memiliki peluang untuk membalikkan keadaan dengan memaksimalkan performa Ducati di setiap fase lomba. Kendati demikian, dinamika klasemen tersebut tetap menjadi konteks tersendiri dalam gelaran Mandalika. Fokus utama seri ke-17 tetap berada pada tantangan lintasan, keputusan strategi, dan kemampuan setiap tim mengelola tekanan di salah satu balapan penting musim MotoGP 2026.

