Oleh : Dr. Dedek Kusnadi, S.Sos., M.Si., MM.
Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh penjuru negeri berkumpul di lapangan, di halaman kantor, sekolah, hingga rumah warga, untuk mengikuti upacara bendera.
Kita berdiri tegak, diam khidmat saat bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, diiringi lirik lagu Indonesia Raya yang membangkitkan jiwa. Bagi banyak orang, momen ini adalah puncak peringatan hari kemerdekaan, saatnya merayakan, berbagi sukacita, dan menikmati hari libur nasional.
Namun, jika kita merenungkan makna sesungguhnya,dalam upacara bendera tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan indonesia, bukanlah akhir dari perayaan, melainkan awal dari komitmen baru untuk Bangsa indonesia benar – benar menjadi bangsa yang mardeka dari segala keutuhan bangsa.
Saat bendera Merah Putih akhirnya diturunkan dan upacara usai, saat kita melepaskan pandangan dari bendera yang telah diturunkan, kita tidak boleh sekalian melepaskan semangat kemerdekaan itu dari hati dan kehidupan kita sehari-hari.
Bendera itu diturunkan bukan berarti semangat berjuang juga diturunkan, bukan berarti tanggung jawab sebagai anak bangsa berakhir.
Justru di momen itulah, janji kemerdekaan yang ditebus dengan darah, air mata, dan nyawa para pendahulu harus mulai dijalankan dalam tindakan nyata.
Mari kita jadikan setiap hari sebagai hari kemerdekaan, hari di mana kita berusaha menjadi manusia yang lebih baik, warga negara yang lebih bertanggung jawab, dan anak bangsa yang siap mewujudkan cita-cita para pendahulu, Indonesia yang benar-benar merdeka, bebas dari segala penderitaan, tempat di mana setiap rakyatnya bisa hidup bahagia, adil, dan bermartabat.
Kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, melainkan bebas dari kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan, perpecahan, dan segala bentuk penindasa, baik yang datang dari luar maupun yang lahir dari dalam negeri sendiri.
Oleh karena itu, dalam momen suci memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 ini, kehadiran Lembaga Investigasi Negara (LIN) di Republik Indonesia hadir dengan semangat yang sama, ingin hadir dan berkontribusi bagi masyarakat Indonesia dalam memperkuat persatuan bangsa, menjaga amanah kemerdekaan, serta memastikan bahwa cita-cita luhur para pendiri bangsa terus hidup dan terwujud di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Imum LIN Pusat, Robi Irawan Wiratmoko Menjelaskan bahwa Semangat LIN dalam menjaga integritas, keadilan, dan keterbukaan pemerintahan adalah bagian tak terpisahkan dari semangat kemerdekaan itu sendiri agar kemerdekaan yang telah diraih benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat, Indonesia bukan hanya untuk segelintir golongan, ujar nya.
Kemerdekaan bukan warisan yang bisa kita nikmati tanpa tanggung jawab. Ia adalah amanah yang harus dijaga, diperjuangkan, dan disempurnakan oleh setiap generasi.
Mari kita tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi menjadikan setiap momen peringatan kemerdekaan sebagai titik tolak untuk berbuat lebih baik, bersatu lebih erat, dan bekerja lebih keras demi Indonesia yang semakin maju, adil, dan makmur.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-79!
Merdeka! Merdeka! Merdeka…
Sekali mardeka Tetap mardeka…

