JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 October 2026, Polda Metro Jaya mengimbau seluruh suporter merayakan kemenangan tim nasional Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan tertib. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta pada Senin, setelah Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Kepolisian meminta euforia kemenangan tetap dilakukan dengan memperhatikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.
Budi menyampaikan ucapan selamat kepada tim nasional Indonesia, para pemain, pelatih, serta seluruh pihak yang mendukung perjuangan skuad Garuda hingga meraih gelar juara. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan momen yang patut dirayakan oleh masyarakat. Namun, kegembiraan perlu disalurkan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan, warga sekitar, maupun kelompok masyarakat lainnya. Polisi juga mengapresiasi dukungan suporter yang berlangsung tertib selama pertandingan di stadion.
Selain menjaga perilaku selama perayaan, suporter diminta mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan diri maupun orang lain. Perayaan yang tertib dinilai dapat menunjukkan semangat sportivitas serta penghargaan terhadap kemenangan tim nasional. Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk segera kembali ke rumah secara teratur setelah menyampaikan dukungan, sehingga suasana tetap aman dan kegiatan warga di Jakarta dapat berjalan normal.
Setelah pertandingan berakhir dan perayaan kemenangan mulai berlangsung, kepolisian mengimbau seluruh penonton untuk meninggalkan kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) secara teratur. Suporter diminta tidak berdesakan, tidak berhenti terlalu lama di area keluar, serta memberikan ruang bagi penonton lain yang juga hendak meninggalkan lokasi. Sikap tertib diperlukan agar arus kepulangan dapat berlangsung dengan aman dan suasana setelah pertandingan tetap terkendali.
Para penonton juga diminta mengikuti petunjuk petugas yang berada di lapangan. Arahan tersebut menjadi acuan bagi suporter selama bergerak menuju pintu keluar dan meninggalkan kawasan stadion. Kepatuhan terhadap instruksi petugas diharapkan dapat mencegah kebingungan serta mengurangi potensi gangguan yang mungkin muncul ketika banyak orang bergerak pada waktu yang bersamaan. Suporter sebaiknya tetap tenang, tidak saling mendorong, dan menghormati pengguna kawasan lainnya.
Kepolisian turut mengingatkan penonton agar memperhatikan barang bawaan masing-masing sebelum meninggalkan tempat pertandingan. Pemeriksaan sederhana terhadap tas, telepon seluler, dompet, dokumen, dan barang pribadi lainnya dapat membantu mencegah benda tertinggal atau tertukar. Setiap suporter bertanggung jawab memastikan barang miliknya tetap aman selama berada di tengah kerumunan dan ketika berjalan menuju lokasi kepulangan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat setelah kerumunan merayakan gelar juara Indonesia. Perayaan kemenangan tetap dapat dilakukan dengan penuh antusias, tetapi harus disertai kesadaran untuk mematuhi aturan dan menghargai keselamatan bersama. Dengan meninggalkan SUGBK secara tertib, mengikuti arahan petugas, serta menjaga barang bawaan, para penonton turut membantu menciptakan suasana pascapertandingan yang aman, nyaman, dan terkendali bagi semua pihak.
Budi Hermanto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia meraih gelar juara patut disambut dengan kegembiraan, tetapi perayaan tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan yang positif. Euforia kemenangan hendaknya tidak mendorong suporter melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, rasa bangga terhadap prestasi tim akan lebih bermakna apabila ditunjukkan dengan sikap dewasa, tertib, dan bertanggung jawab.
Ia mengajak seluruh suporter untuk mengikuti arahan petugas selama perayaan berlangsung, termasuk ketika meninggalkan lokasi pertandingan. Kepatuhan terhadap pengaturan arus kendaraan, jalur kepulangan, serta imbauan keamanan diperlukan agar perjalanan berlangsung lancar. Suporter juga diharapkan tidak melakukan konvoi secara berlebihan, menggunakan kendaraan dengan cara yang membahayakan, atau memenuhi ruas jalan hingga mengganggu pengguna jalan lainnya.
Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis melawan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin malam. Pertandingan berlangsung ketat hingga 120 menit dan berakhir dengan skor 2-2. Kepastian juara kemudian ditentukan melalui adu penalti, ketika Indonesia menang 4-2 atas lawannya. Hasil tersebut memicu antusiasme besar di kalangan suporter yang menyaksikan perjuangan tim nasional secara langsung maupun melalui siaran pertandingan.
Indonesia lebih dahulu membuka keunggulan melalui gol Dean James sehingga skor berubah menjadi 1-0. Thailand tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Iklas Sanron mencetak gol penyama kedudukan dan membuat pertandingan kembali berjalan seimbang. Kedua tim saling menyerang, tetapi tidak ada tambahan gol hingga waktu normal berakhir. Laga pun berlanjut ke perpanjangan waktu dengan tensi yang semakin tinggi di tengah dukungan penonton.
Thailand kemudian berbalik memimpin 2-1 melalui gol Peeradol Chamrasamee pada masa perpanjangan waktu. Indonesia menunjukkan daya juang dengan terus menekan pertahanan lawan, hingga Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2. Karena skor tetap bertahan sampai akhir 120 menit, pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Indonesia tampil lebih tenang, sedangkan Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal menjalankan tugasnya untuk Thailand. Kemenangan itu mengantarkan Indonesia meraih trofi internasional pertamanya di luar medali emas SEA Games, yang telah beberapa kali dimenangkan. Gelar tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup, sehingga perayaannya memiliki arti khusus bagi suporter dan sepak bola nasional.

