JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 October 2026, Tiga stasiun pada jalur LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai belum melayani kegiatan naik turun penumpang. Stasiun tersebut adalah Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Proklamasi. Meskipun telah menjadi bagian dari lintasan perjalanan kereta, ketiganya untuk sementara belum dapat digunakan penumpang sebagai titik keberangkatan maupun tujuan.
Dalam kondisi operasional saat ini, rangkaian LRT Jakarta tetap melintasi ketiga stasiun itu tanpa berhenti. Penumpang yang berada di dalam kereta tidak dapat turun di Stasiun Pramuka, Matraman, atau Proklamasi, sementara calon pengguna juga belum dapat naik dari ketiga lokasi tersebut. Karena itu, perjalanan pada rute Kelapa Gading–Manggarai masih berlangsung dengan melewati stasiun-stasiun tersebut.
Penyebabnya berkaitan dengan akses masuk atau area entrance yang masih dalam proses penyelesaian. Fasilitas akses menjadi bagian penting sebelum sebuah stasiun dapat dibuka untuk melayani publik, sehingga penyelesaian pekerjaan tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu. Selama akses masuk belum rampung dan belum siap digunakan, layanan penumpang di tiga stasiun itu belum dapat dimulai.
Situasi ini membuat Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Proklamasi belum berfungsi sebagai titik pelayanan penumpang, meskipun kereta telah melewati area masing-masing. Pengguna LRT Jakarta perlu memperhatikan bahwa keberadaan stasiun di sepanjang jalur tidak otomatis berarti seluruhnya sudah dapat digunakan. Ketiga stasiun tersebut baru akan melayani naik turun penumpang setelah pekerjaan akses masuk selesai dan area terkait dinyatakan siap untuk operasional.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan bahwa tiga stasiun LRT Jakarta–Manggarai belum dapat melayani penumpang secara penuh karena pekerjaan pada area entrance atau akses masuk masih belum rampung. Bagian tersebut menjadi salah satu unsur penting sebelum stasiun dibuka untuk penggunaan publik, karena berkaitan dengan kesiapan jalur keluar-masuk, kenyamanan penumpang, serta kelancaran pergerakan orang di dalam dan sekitar stasiun.
Menurut Budi, pekerjaan yang tersisa tidak berkaitan dengan perubahan besar pada keseluruhan stasiun, melainkan penyelesaian sejumlah bagian di area entrance. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pihak terkait tengah mempercepat pengerjaan agar akses tersebut dapat segera difungsikan. Penyelesaian area masuk diperlukan untuk memastikan operasional stasiun berlangsung dengan aman dan tertib ketika penumpang mulai dilayani.
Budi menyampaikan bahwa proses pengerjaan sebenarnya telah berada pada tahap akhir. “Sebenarnya sudah mendekati selesai dan diharapkan dapat segera digunakan,” ujar Budi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketiga stasiun masih menunggu penyelesaian teknis pada akses masuk, bukan karena layanan LRT secara keseluruhan dihentikan. Dengan demikian, pembukaan layanan di lokasi tersebut akan bergantung pada kesiapan fasilitas entrance dan pemenuhan aspek pendukung operasional lainnya.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum memuat tanggal pasti pembukaan layanan penumpang di ketiga stasiun itu. Karena itu, belum ada jadwal resmi yang dapat dijadikan acuan mengenai kapan akses publik akan dibuka. Masyarakat perlu menunggu pengumuman lebih lanjut dari otoritas terkait setelah seluruh pekerjaan entrance dinyatakan selesai dan stasiun siap digunakan. Penjelasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa percepatan pekerjaan sedang dilakukan, tetapi keputusan pembukaan tetap harus mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan standar pelayanan.
Langkah lanjutan yang disiapkan pemerintah mencakup penyelesaian infrastruktur penunjang di sekitar tiga stasiun LRT Jakarta–Manggarai. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting sebelum akses masuk dapat digunakan oleh masyarakat. Pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan bangunan utama stasiun, tetapi juga elemen pendukung yang memastikan penumpang dapat mencapai area layanan dengan aman, tertib, dan mudah. Karena akses masuk belum rampung, fasilitas stasiun belum dapat langsung dimanfaatkan meskipun pembangunan pada bagian lainnya telah berjalan.
Budi menjelaskan bahwa penyelesaian pekerjaan tersebut akan disertai koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Koordinasi diperlukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, kesesuaian aspek teknis, serta tahapan yang harus dipenuhi sebelum layanan dibuka untuk publik. Proses ini menunjukkan bahwa pemanfaatan stasiun tidak hanya bergantung pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga pada penyelarasan dengan instansi yang berwenang dalam penyelenggaraan perkeretaapian. Dengan demikian, keputusan untuk mulai melayani penumpang tetap menunggu hasil penyelesaian dan koordinasi yang diperlukan.
Pemerintah menyatakan layanan tersebut diharapkan tersedia secepatnya. Menurut Budi, pekerjaan yang tersisa pada dasarnya tinggal dirampungkan dan dikoordinasikan. Pernyataan itu mencerminkan upaya untuk mempercepat penyelesaian, sekaligus menegaskan bahwa prosesnya masih berlangsung. Pemerintah masih perlu memastikan infrastruktur penunjang benar-benar siap dan memperoleh keselarasan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebelum fasilitas dimanfaatkan publik. Oleh sebab itu, harapan agar layanan segera tersedia belum dapat diartikan sebagai penetapan tanggal peresmian atau tanda bahwa seluruh persyaratan operasional telah selesai. Masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi setelah tahapan tersebut diselesaikan.
Perluasan rute LRT Jakarta menuju Manggarai turut diikuti peningkatan jumlah penumpang harian. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa rata-rata pengguna LRT yang sebelumnya berada di kisaran 4.000 orang per hari pada rute Kelapa Gading–Velodrome, kini meningkat menjadi sekitar 9.000 hingga 10.000 orang per hari. Data tersebut menggambarkan perubahan jumlah pengguna setelah layanan diperluas menuju kawasan Manggarai.
Kenaikan jumlah penumpang itu tercatat meskipun jumlah trainset yang tersedia masih terbatas. Dengan kondisi tersebut, layanan LRT tetap mencatat rata-rata penggunaan harian yang lebih tinggi dibandingkan saat rute yang beroperasi hanya menghubungkan Kelapa Gading dan Velodrome. Angka 9.000 hingga 10.000 penumpang per hari menjadi catatan terbaru mengenai perkembangan penggunaan moda transportasi tersebut.
Peningkatan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan layanan LRT Jakarta–Manggarai. Perluasan rute memberikan cakupan perjalanan yang lebih panjang, sementara jumlah pengguna harian menunjukkan angka yang lebih besar daripada sebelumnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan tersebut berdasarkan perbandingan rata-rata penumpang sebelum dan setelah rute menuju Manggarai tersedia. Meski tiga stasiun belum melayani penumpang karena akses masuknya belum rampung, catatan jumlah pengguna pada layanan yang telah berjalan menunjukkan adanya peningkatan. Jumlah trainset yang masih terbatas juga disebut dalam keterangan tersebut, sehingga angka rata-rata penumpang harian itu menjadi gambaran kondisi penggunaan LRT pada tahap perluasan rute saat ini.

