BATAM, KEPULAUAN RIAU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 October 2026, Demikian teriakan yang meluncur dari salah satu warga Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) bernama Dewi saat melakukan aksinya bersama emak-emak lain awal pekan ini. Mereka memprotes krisis air yang terjadi selama beberapa waktu terakhir, yang diduga dampak dari adanya proyek pusat data di Nongsa Digital Park membuat air waduk selama ini untuk warga tidak tercukupi hingga susut drastis. Dia bilang pengeluaran warga diperkirakan membludak Rp150-200 ribu untuk membeli literan air bersih yang hanya bertahan selama seminggu.
Keterangan yang tercatat menyebut Lebih lanjut, menurut Dewi dan kawan-kawan, selama ini bantuan air dari mobil tangki tidak mencukupi bagi warga setempat.
Data lain dalam laporan menunjukkan Menurutnya dari waduk biasa memproduksi 90 liter air per detik, namun beberapa waktu terakhir hanya tinggal memproduksi kurang lebih 2,5 liter per detik. Biasanya di Nongsa ini kita produksi 90 liter per detik. Hari ini kita tinggal memproduksi kurang lebih 2,5 liter per detik," ujar Denny. Lebih lanjut, Denny mengatakan progres data center dengan kapasitas penggunaan air dari 1.200 – 1.400 hingga 1.800 liter per detik untuk tahap 1 yang akan dibangun. Dia menyebut rencananya selesai 8 bulan sampai setahun ke depan.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Bukan ke kantor perusahaan air minum (PAM) ataupun pemerintah daerah setempat, melainkan ke kawasan pusat data (data center) Nongsa Digital Park (NDP). Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terpaksa mereka harus merogoh kocek lagi guna membeli air bersih. Sementara untuk suplai air dari waduk, dia bilang warga hanya membayar tagihan air hanya Rp45 ribu sebulan. Pengeluaran kami lebih besar bang, sejak air tidak ngalir dirumah akibat waduk kering. Bisa sampai Rp200 ribu, itupun tak sampai seminggu air kami sudah habis beli dari luar," keluh Dewi di sela aksi di depan Nongsa Digital Park itu.
Gayung, botol galon, ember, hingga timba tak lupa emak-emak itu bawa dalam berunjuk rasa di depan pintu masuk kawasan pusat data yang berada di Kota Batam, Senin (5/10). Terpisah, Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam Denny Tondano mengatakan krisis air yang dialami warga di Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa bukan dari Proyek Data Center tersebut. Lebih lanjut, dia mengatakan distribusi air waduk Nongsa ke warga Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa beberapa bulan terakhir menurun akibat musim kemarau yang terjadi. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa. Hingga berita ini ditulis, belum mendapatkan pernyataan resmi dari manajemen Nongsa Digital Park merespons demo warga itu. Dia menyebut di kawasan Nongsa Digital Park bukan hanya data Center, tetapi ada yang lainnya seperti Nongsa Point Marina. Menurutnya, Data Center baru proses pembangunan dan sangat kecil menggunakan air. Dia menyebut, air yang mengalir ke kawasan Nongsa Digital Park sudah dari dulu dari bendungan bukan dari tempat lain. Kalau Data Center, kita sampaikan seperti contoh Ekuator, belum beroperasi Bapak-Ibu. Kalau kondisi yang ada di sini beroperasi pun tidak besar, masih sangat kecil," katanya kepada wartawan soal protes warga, Senin kemarin. Kondisi kemarau ini yang membuat memang produksi air kita turun jauh. Dia menyebut untuk waduk yang ada di Batam, seperti Duriangkang, Sungai Ladi, Muka Kuning, Tembesi, Sungai Harapan, kondisinya masih aman. Namun, untuk waduk di Nongsa distribusinya sangat kecil, oleh karena itu pihaknya merencanakan untuk Nongsa juga akan didukung suplai air dari Waduk Duriangkang. Sehari setelah protes warga di depan kawasan digital, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons tuntutan Dari tinjauannya, Amsakar menjelaskan Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal. Amsakar menjelaskan gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA. Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,"Kata Amsakar, dalam keterangan yang diterima Selasa (6/10). Lebih lanjut, dia mengatakan saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut. Menurutnya, curah hujan minim dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap. Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter," ujarnya. Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi. Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal. Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat," tambah Amsakar. Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan. Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi," tutup Amsakar.

