Opini  

Musim Ikan Bawal Terganggu, Nelayan Pertanyakan Ketegasan Penegak Hukum terhadap Dugaan Tambang Ilegal

Bangka Barat, 10 Juli 2026 – Kelompok Nelayan Sinar Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, menyatakan penolakan keras terhadap dugaan aktivitas tambang timah ilegal yang masih berlangsung di kawasan perairan yang selama ini menjadi zona penangkapan ikan bagi nelayan pesisir. Mereka menilai keberadaan ponton-ponton tambang telah mengganggu ruang tangkap dan mengancam mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hasil laut.

Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan kelompok nelayan kepada wartawan Intelijenlinnews.com Bangka Belitung. Dalam keterangannya, para nelayan meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas penambangan yang diduga tidak memiliki izin. Mereka juga mendesak agar seluruh ponton segera dipindahkan dari kawasan tangkap nelayan.

Menurut keterangan nelayan, saat ini merupakan musim ikan bawal, sehingga aktivitas melaut sedang meningkat. Namun, banyaknya ponton yang berada di perairan tersebut membuat jaring nelayan kerap tersangkut, sehingga menimbulkan kerugian materi dan menghambat proses penangkapan ikan.

“Jaring kami sudah beberapa kali tersangkut di ponton. Sekarang sedang musim ikan bawal, tetapi kami justru kesulitan mencari nafkah karena area tangkap dipenuhi aktivitas tambang. Kami hanya berharap bisa melaut dengan aman,” ungkap salah seorang perwakilan Kelompok Nelayan Sinar Tanjung Kalian.

Para nelayan juga mengaku masih melihat aktivitas penambangan berlangsung, termasuk pada malam hari. Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit ruang gerak nelayan tradisional yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan di kawasan perairan tersebut.

Sementara itu, Lembaga Investigasi Negara turut menyuarakan keprihatinan atas dugaan aktivitas tambang timah ilegal di zona tangkap nelayan pesisir. Lembaga tersebut meminta pemerintah dan aparat penegak hukum hadir memberikan perlindungan kepada nelayan serta melakukan penertiban terhadap kegiatan yang diduga melanggar ketentuan hukum.

Laporan ini disampaikan dari kawasan perairan zona tangkap nelayan di wilayah Tanjung Kalian, Mentok, Bangka Barat. Nelayan berharap penegakan hukum dilakukan secara konsisten agar kawasan tangkap kembali aman, aktivitas melaut dapat berjalan normal, dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir tetap terjaga.

Pewarta: Musarofa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *